Wakil Ketua DPRK Banda Aceh: Pendidikan Diniyah Kunci Mencetak Generasi Berakhlak dan Berkarakter

KOALISI.co – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, menegaskan bahwa Pendidikan Diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki jati diri yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Menurut Musriadi, sistem pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendidikan juga harus mampu membangun karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai agama, moral, budaya, serta kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
"Generasi Banda Aceh harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, sekaligus kuat secara spiritual dan memiliki akhlak yang mulia. Karena itu, Pendidikan Diniyah dan muatan lokal memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem pendidikan kita," kata Musriadi Aswad, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Anggota DPRK Banda Aceh Desak Pemko Banda Aceh Bangun SD di Gampong Pande
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendidikan Diniyah. Regulasi tersebut menjadi landasan penyelenggaraan Pendidikan Diniyah sebagai bagian dari sistem pendidikan dasar untuk menanamkan akidah Islam yang benar, membentuk akhlak mulia, meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an, serta mencetak generasi yang berkepribadian Islami.
Menurutnya, keberadaan qanun tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat pendidikan karakter yang sejalan dengan kekhususan Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam.
"Keberadaan qanun ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun pendidikan karakter yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan identitas daerah," ujarnya.
Baca Juga: Ketua DPRK Banda Aceh Doakan SSB Barona dan Lambuk FA Harumkan Nama Aceh di Kancah Nasional
Meski demikian, Musriadi menilai implementasi Pendidikan Diniyah masih memerlukan berbagai penguatan agar pelaksanaannya semakin optimal. Berdasarkan hasil Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Diniyah Tahun 2025, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, seperti belum tersedianya kurikulum yang baku, perlunya regulasi teknis sebagai aturan turunan qanun, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan sistem pembinaan dan pengawasan.
Di sisi lain, hasil evaluasi tersebut juga menunjukkan bahwa Pendidikan Diniyah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman keagamaan serta pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
"Ini menjadi pekerjaan bersama agar implementasi Pendidikan Diniyah semakin berkualitas, memiliki standar yang sama di seluruh sekolah, serta mampu memperkuat pendidikan karakter generasi muda," katanya.
Baca Juga: Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Perluasan Car Free Day untuk Buka Pasar Baru bagi UMKM
Musriadi menambahkan, Pendidikan Diniyah tidak dapat dipisahkan dari muatan lokal. Menurutnya, muatan lokal merupakan instrumen penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan keislaman yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.
"Muatan lokal bukan sekadar mata pelajaran tambahan, tetapi menjadi media untuk menjaga identitas daerah. Di Aceh, nilai-nilai keislaman telah menyatu dengan budaya masyarakat. Karena itu, Pendidikan Diniyah harus terus diperkuat sebagai bagian dari muatan lokal," jelasnya.
Sebagai unsur legislatif, DPRK Banda Aceh, lanjut Musriadi, akan terus mendorong implementasi Qanun Nomor 4 Tahun 2020 melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar penyelenggaraan Pendidikan Diniyah berjalan lebih efektif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, ulama, akademisi, hingga orang tua, untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda Aceh.
Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang beriman, berintegritas, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap daerah dan bangsanya.
"Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, berintegritas, serta mencintai daerahnya. Pendidikan Diniyah merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan masa depan Banda Aceh yang religius, maju, dan bermartabat," tutup Musriadi.




Komentar